
Semarang, 19 Agustus 2026 — SMA Islam Al Azhar 14 Semarang kembali menggelar acara “Semarak Tugu” untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Acara ini dimeriahkan dengan berbagai perlombaan yang diikuti oleh para murid dan guru. Sejak pagi, suasana lingkungan sekolah dipenuhi sorak-sorai para peserta dan penonton yang sangat antusias dalam mengikuti rangkaian kegiatan perlombaan pada hari ini.
Berbagai macam lomba menarik turut memeriahkan dalam peringatan hari kemerdekaan, mulai dari pancing kerupuk, estafet karet, bola beracun, hingga corong air. Para peserta tampak bersemangat untuk mengikuti setiap perlombaan. Mereka tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi mereka juga menunjukkan kerja sama dan sportivitas antar guru dan murid selama kegiatan perlombaan berlangsung.
Kegiatan ini berlangsung seru, begitupun yang dirasakan Ibu Tarisah, S.Pd., guru PKN SMA Islam Al Azhar 14 Semarang dan dua murid yakni Almira kelas X.2 dan Ahmad XI.5.
“Hari ini kalo ibu lihat, tadi di depan lobi ketika Bu Tari piket, anak-anak antusias untuk memeriahkan hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang ke 81, dengan dimeriahkannya lomba lomba di sekolahan kita dengan nuansa merah putih untuk menandakan kita itu berani dengan keberanian kita untuk bisa bersaing, berlomba, nantinya menang kalah itu merupakan hal yang wajar,” ungkap Ibu Tarisah.
Begitupun ungkap Almira X.2 bahwa hari ini seru dan asik karena banyak lomba 17-an yang seru seperti makan kerupuk, bola beracun dan lain lain. Suasananya juga ramai sekali karena semua orang ikut antusias dan seru-seruan bersama, jadi menurut Almira hari ini sangat menyenangkan.

Hal itu juga dirasakan oleh Ahmad XI.5, “Menurut saya lomba agustusan ini seru banget ya, karena bukan cuma untuk bersenang senang tapi kita juga bisa mempererat kebersamaan, kita juga bisa bermain dan bersaing bersama teman tetapi tetap saling mendukung. Apalagi suasannya yang meriah, jadi menurut saya kegiatan ini membuat perayaan kemerdekaannya terasa lebih hidup.”

Memaknai Kemerdekaan, bukan hanya dengan upacara saja melainkan kemerdekaan dapat dimaknai jika individu Indonesia mampu berdiri di atas martabatnya sendiri, berpikir dengan bebas.
“Kemerdekaan dapat dimaknai bukan hanya dari momentum upacara saja, namun kemerdekaan dapat dimaknai jika individu Indonesia mampu berdiri di atas martabatnya sendiri, berpikir dengan bebas, hidup adil dengan menggunakan kebebasannya untuk membuat kehidupan bersama menjadi lebih baik, semakin maju, agar masyarakat Indonesia lebih sejahtera dan merata,” ujar Ibu Tarisah saat ditemui.
Sebagai murid, Almira, Ara, dan Ahmad memaknai kemerdekaan dengan berbentuk bebas belajar, berkarya, mempunyai cita-cita dan menyampaikan pendapat tanpa takut. Selain itu, tetap bisa bebas untuk berinovasi, mengekspresikan diri, tetapi tetap harus respect terhadap ide-ide orang lain dan juga harus bertanggung jawab atas pilihannya sendiri.
“Oleh karena itu, sebagai generasi muda harus menghargai kemerdekaan dengan belajar sungguh-sungguh dan melakukan hal-hal yang positif untuk masa depan,” pungkas Ahmad saat diwawancarai di sela-sela lomba.
(Redaktur: Kamila XI.6, Kinan XI.7, Reporter: Cinta XI.3, Hana XI.3, Icha XI.4, Fotografer: Zaidan XI.1, Garda X.7)

