Dorong Budaya Riset dan Inovasi, SMA Islam Al Azhar 14 Semarang Gelar Workshop dengan Muara Festival Riset 2026

SMALZA 14-Sebagai wujud komitmen dalam menumbuhkan budaya akademik dan riset di lingkungan sekolah, SMA Islam Al Azhar 14 Semarang menyelenggarakan Workshop Riset Kreatif 2026 dengan tema Kuasai KTI, Essay, dan Business Plan. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem riset sekolah yang secara konsisten mendorong siswa untuk berpikir kritis, inovatif, dan berorientasi pada solusi berbasis kajian ilmiah.
Workshop ini menghadirkan dua narasumber muda berprestasi nasional. Ika Rizki Refima Putri, pemateri KTI dan Essay, merupakan peraih Bronze Medal Pekan Ilmiah Muda Nasional 2 di Institut Pertanian Yogyakarta, Punggawa Berprestasi Lingua Artistic 2024/2025, serta juara berbagai kompetisi esai tingkat nasional, termasuk Essay Sparkle Competition UNIMMA dan Essay Business Competition UKM KWU MIPA UNNES. Sementara itu, Razan Dzaky Musyaffa, pemateri Business Plan, dikenal sebagai Funding Awardee Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha 2025, Funding Awardee Wirausaha Muda Pemula (WMP) 2023, peraih 3rd Place Business Plan Creative Entrepreneur Summit (CEST) 2024, serta The Best Entrepreneur Student Economic Awards 2023.
Melalui pemaparan materi yang aplikatif dan inspiratif, peserta mendapatkan pembekalan menyeluruh mulai dari penyusunan karya tulis ilmiah dan esai argumentatif hingga pengembangan proposal bisnis yang sistematis dan berdaya saing. Kehadiran pemateri dengan rekam jejak prestasi yang kuat memberikan motivasi nyata bahwa budaya riset dan kewirausahaan dapat membuka peluang prestasi sekaligus masa depan yang cerah bagi generasi muda.
“Apa yang kalian ketahui bedanya hasil dan pembahasan?” ujar Ika Rizki Refima Putri, di tengah workshop yang diadakan di Aula Buya Hamka SMA Islam Al Azhar 14 Semarang. Murid menjawab hasil adalah data dan pembahasan adalah pemaknaan dari data yang telah diambil, yaitu berupa penjelasan data. Hal ini dibenarkan oleh Ika setelah mendengar jawaban dari murid.
Di waktu yang lain, Alfian Nabil Cahyono, murid kelas XI-2, menceritakan topik yang diangkat dalam risetnya. Nabil mengambil topik riset pengembangan produk makanan ringan bar (snack bar) yang bernama Peka Bar, yaitu akronim dari bahan bahan pembuatan produknya yaitu tempe dan kakao (cokelat). Ia melihat sebuah masalah di sekitarnya, bahwa perlu adanya makanan ringan alternatif bagi murid yang masih dalam masa pertumbungan atau remaja, untuk menunjang potensi akademik. “Remaja sekarang perlu tambahan makanan ringan yang gampang dimakan, namun punya nilai gizi, seperti tempe yang memiliki kandungan protein yang tinggi, ” jelasnya saat ditemui setelah melakukan bimbingan.
Pelaksanaan Festival Riset ini menegaskan bahwa SMA Islam Al Azhar 14 Semarang menjunjung tinggi riset sebagai ruh pembelajaran, tidak hanya sebagai kegiatan tambahan, tetapi sebagai bagian integral dari pembentukan karakter dan keunggulan murid. Muara hasil riset dan rencana bisnis yang dibuat murid akan dipresentasikan kepada dewan juri, serta puncak acara yakni Gelar Karya Festival Riset yang insyaAllah akan diadakan pada 9 Februari 2026.
Bagi murid SMP/MTs yang ingin berkembang dalam lingkungan sekolah yang unggul dalam akademik, riset, dan prestasi, Penerimaan Murid Baru (PMB) SMA Islam Al Azhar 14 Semarang telah dibuka. Bergabunglah dan tumbuh bersama sekolah yang menyiapkan generasi berdaya saing global berbasis iman, ilmu, dan riset. (Humas-red)

